Selasa, 06 April 2010 - 09:34:03 WIB
Diposting oleh : Administrator di Motivasi - Dibaca: 1000 kali
Sering kita mengelabui impian kita dengan dalih/alas an-alasan yang menurut kita sangat masuk akal. Apakah karena keterbatasan fisik, financial, hubungan sosial, maupun kemampuan komunikasi yang lemah. Kemudian kita mengatakan bahwa diri kita tidak mungkin hid\up lebih baik, tidak mungkin menjadi luar biasa atau bahkan tidak mungkin hidup kita akan bahagia seperti orang pada umumnya. Seakan kita tak memiliki apa-apa lagi untuk mewujudkan segala impian kita. Selalu saja dalih-dalih itu menghiasi hidup dan mengaburkan mimpi kita dengan sadar. Kadang kita sering membuat dalih yang masuk akal untuk menghentikan langkah kita pada titik tertentu yang akhirnya menunda atau bahkan menggagalkan impian kita sendiri atas nama dalih yang masuk akal tersebut. Ujungnya kita hanya pasrah dan mengatakan ini sebagai nasib atau takdir dari Allah SWT.
Sejenak, mungkin kita bisa belajar dari kisah Wilma G. Rudolph. Ia dilahirkan dalam keluarga miskin, ia merupakan anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ketika berumur empat tahun, ia menderita radang paru-paru dan radang kronis, separuh badannya lumpuh karena polio. Ia harus menggunakan kruk untuk membantunya melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter berkata pada ibunya bahwa Wilma tidak akan berjalan dengan normal lagi. Ibunya memberi dorongan kepada Wilma dengan berkata bahwa dia dapat melakukan apapun yang diinginkannya jika dia benar-benar yakin.
Wilma berkata pada ibunya, “Aku ingin menjadi wanita tercepat di dunia!”. Dengan semangat dan keyakinan yang luar biasa bahwa ia dapat mencapai apa yang diinginkan. Pada usia 9 tahun ia mulai latihan berjalan tanpa kruk, menentang apa yang dikatakan dokter. Pada usia 13 tahun ia memulai lomba balap lari pertamanya, namun mencapai finish di urutan terakhir. Ia mengikuti berbagai lomba balap lari, dan selalu mampu mencapai garis finish pada urutan terakhir.
Tapi ia tak mengenal kata menyerah ia tidak mengizinkan faktor/alasan yang kedengarannya masuk akal bahkan diperkuat oleh analisis dokter, mengehentikannya untuk terus berusaha. Tujuan yang ingin dia raih adalah “Menjadi Wanita Tercepat Di Dunia”. Sampai pada suatu hari ia dapat menjadi juara pertama.
Pada usia 15 tahun ia bersekolah di Tennnesse State University, dan bertemu dengan seorang pelatih. Wilma G. Rudolph berkata kepadanya, “Aku ingin menjadi wanita tercepat dalam cabang lomba lari di dunia ini!”. Sang pelatih berkata kepadanya, “Dengan semangat membara seperti apa yang kau miliki , tak ada seorangpun yang dapat menghentikanmu”.
Pada olimpiade tahun 1960 Wilma G. Rudolph seorang wanita yang tadinya lumpuh, menjadi wanita tercepat di dunia dengan meraih 3 medali emas untuk nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m, untuk nomor lari estafet.
Bahkan pada tahun 1977, Gubernur Don Sundquist menetapkan tanggal 23 Juni sebagai hari peringatan Wilma G. Rudolph di Tennesse dan patungnyayang terbuat dari perunggu berada di Cumberland Riverwalk sebagai penghargaan untuk terus dikenang dan menginspirasi banyak orang.
Kisah-kisah perjuangan orang-orang seperti Wilma Rudolph menjadi abadi dan selalu menginspirasi setiap orang untuk terus berjuang walaupun dihadang oleh faktor/alasan yang sangat masuk akal sekalipun.
Para pemenang walaupun memiliki kisah yang berbeda-beda tetapi tetap saja mengajarkan hal yang sama yaitu JANGAN IZINKAN DALIH YANG PALING MASUK AKAL SEKALIPUN MENGHENTIKAN USAHA ANDA. Terus pegang erat keyakinanmu maka Raksasa yang Tuhan telah letakkan di dalam dirimu akan bangkit dan membuat segalanya menjadi berhasil. Tidak ada satu pun yang dapat mengehentikan orang yang terus bangkit.\ (Diadaptasi dari motivasi Ir. Djoko H. Komara)
Berita Terkait
- INAICTA 2010 Angkat Tema Membangun Kreativitas Digital Untuk Kemakmuran Bangsa
- Komite Sekolah SMK ITSI telah terbentuk
- Kajian & Silaturahim Orang Tua / Wali Murid
- Muslim AS Kampanye Nasional Tolak Buku "Word of Islam"
- Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru 2010/2011
0 Komentar :
Isi Komentar :









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online